Postingan

Hari keempat

Hari ke Empat  Berdering suara berisik dari sebuah alaram tua. Ku coba tuk bangun dan membawa perlengkapanyg perlu di bawa ke kampus.  Hari ini menjadi hari yang cukup melelahkan, sekaligus menyenangkan. Tawa dan canda seakan telah berlalu begitu saja. Tak terasa hari pkkmb berlalu begitu cepat. Meskipun begitu, tak akan pernah ku coba melupakan semua pengalaman hari ini begitu saja.  Ini hanya sementara, tak lama ntah kita akan bertemu atau berpisah lagi... 

Denah FENESA

Gambar
Denah Fakultas Ekonomi

Hari Ketiga

Hari Ketiga Fajar telah menggugah dalam lelap tidur panjangku. Ku coba buka dengan paksa kedua mataku, untuk dapat pergi ke kampus. Kubawa tas berat, yang berisi penuh dengan penugasan. Kusingsingkan kedua lengan baju, tuk siap menghadapi hari yang melelahkan. Banyak ilmu yang saya dapatkan hari ini. Mulai dari kedisiplinan, kerapian dan tanggung jawab.  Hanya satu kata yang bisa ku ucapkan.Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih... 

Pendiri bangsa

 Sang Pendiri bangsa Hari yang cukup melelahkan, namun aku tak menghiraukannya. Hari kedua pkkmb cukup membuatku senang, karena aku mendapatkan banyak ilmu dan pesan dari para tokoh nasional. Mulai dari tokoh KPK, BNN, dan Kepolisian.  Korupsi adalah tema pertama yang aku dapatkan pada hari ini. Dan tidak hanya materi korupsi yang aku dapatkan, tetapi juga materi-materi yang lain. Seperti Narkoba, Terorisme, dan keselamatan dalam berkendara. Hari yang penuh dengan pesan-pesan dan banyak sekali nilai yang aku dapatkan. Aku tak akan bisa melupakan, kejadian yang seperti mimpi di hidupku. Semoga aku bisa berjumpa dengan sosok pendiri bangsa yang lainnya juga, semoga... 

Teman dan Sahabat

Teman dan Sahabat Takdir yang menemukanku dengan seseorang yang bernama Ferdi Brian. Seorang calon mahasiswa yang sama sepertiku, bertemu dalam satu atap. Kalimantan Tengah itulah tanah kelahirannya.  Pertama kali aku bertemu dengannya saat diriku mendaftar di salahsatu universitas negeri yang ada di Surabaya. Pertama kali ku mengenalkan diri kepadanya, saat mengantri di sebuah pintu pendaftaran. Gugup, canggung, dan sedikit malu. Merupakan hal yang wajar terjadi, ketika kita baru mengenal seseorang.  Seiring berjalannya waktu, aku semakin dekat dan bahkan seperti sahabat kecil yang sudah lama tidak bertemu. Mungkin karna kita memiliki kesamaan pemikiran, sehingga menciptakan ikatan yang begitu kuat. Bahkan, kita sering bersama-sama untuk mengerjakan tugas dan mengobrol. Itulah dia, Ferdy Brian.  Seorang teman baru seperti teman masa kecil yang sudah lama tidak bertemu... 

Hari yang melelahkan

Hari yang Melelahkan Ku lalui hari yang tak berujung. Tulang, kaki, dan tangan seakan lumpuh. Mata berkantung sudah tak kuat menahan kantuk yg luar biasa. Aku lakukan dengan sekuat tenaga, meskipun nafas sudah terengah-engah.  Suara lisan terus berkumandang silih berganti. Seakan menambah lelah di hati.  Ku coba tuk bertahan sampai akhir lelah di hati.  Aku di sini masih bertahan, setiap hempasan angin yang menerpaku... 

Jejak Kehidupan Sang Penakluk Kota Konstantinopel

Jejak Kehidupan  Sang Penakluk Kota Konstantinopel Mehmed II lahir pada 30 Maret 1432 di Edirne, ibu kota Utsmaniyah kala itu. Memiliki nama asli Mehmed Bin Khan .  Dia merupakan anak dari Sultan Murad II dan Hüma Hatun. Saat Mehmed berusia sebelas tahun, dia dikirim untuk memerintah Amasya, sesuai tradisi Utsmani untuk mengutus para  şehzade (pangeran) yang sudah cukup umur untuk memerintah di suatu wilayah sebagai bekal bila naik takhta kelak. Murad juga mengirimkan banyak guru untuk mendidik putranya, di antaranya adalah Molla Gürani. Syaikh Muhammad Syamsuddin bin Hamzah, salah satu ulama berpengaruh kala itu, juga menjadi guru dan orang dekatnya, membuatnya sangat mempengaruhi Mehmed sejak usia muda, utamanya dalam masalah pentingnya penaklukan Konstantinopel. Mehmed dikenal sebagai pemimpin yang cakap dan mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, ilmu pengetahuan, matematika, dan menguasai enam bahasa saat berumur 21 tahun. Dia dikenal sebagai pah...